PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

A. ​METODE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

     Pengembangan sistem informasi adalah Pengembangan sistem Informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (system development).

     Pengembangan sistem informasi didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi bebrbasis computer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan (oppurtinities) yang timbul.

* DEFINISI (LANJUTAN)

     Untuk  menghasilkan sistem informasi tersebut terdiri dari beberapa hal, seperti dibawah ini :

  •  System analisis : upaya mendapatkan gambaran bagaimana sistem bekerja dan masalah-masalah apa saja yang ada pada sistem.
  • System development adalah langkah-langkah mengembangkan sistem informasi yang baru berdasarkan gambaran cara kerja sistem dan permasalahan yang ada.

B. METODOLOGI PENGEMBANGAN SYSTEM
     Metodologi pengembangan system adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan persisi yanf mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices, dan tool yg terautomatisi bagi para pengembang manager pproyekk dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagian besar atau keseluruhan sistem informasi atau software.

C. Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi antara lain sebagai berikut :

a. Daur Hidup Pengembangan Sistem

     Metode daur hidup ini terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu: yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan dan pemeliharaan.

b.Tahap analisis sistem informasi
     Pada tahap ini tim pembuat sistem akan menganalisis permasalahan lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan.
     Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan, antara lain sebagai berikut :

  1.  Kelayakan teknis
  2. Pengembalian Teknis
  3. Pengembalian Non-ekonomis
  4. Hukum dan Etika
  5. Operasional 
  6. Jadwal

c. Tahap perancangan sistem informasi

     Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain sebagai berikut :

  1. Kebutuhan perusahaan.
  2. Kebutuhan operator.
  3. Kebutuhan pemakai.
  4. Kebutuhan teknis.

d. Tahap Evaluasi
     Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain sebagai berikut:

  1. Mengecek alur sistem secara keseluruhan.
  2. Melakukan penelusuran pada sampel data. 
  3. Pengecekan

e.Tahap penggunaan dan pemeliharaan
     Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.

     Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, memback-up dan scanning virus. Sementara itu pemeliharaan juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemutakhiran sistem.

f. Tahap Implementasi

     Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi.
  • Mengumumkan rencana implementasi.
  • Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak.
  • Menyiapkan database.
  • Menyiapkan fasilitas fisik.
  • Memberikan pelatihan dan workshop.
  • Menyiapkan saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem).
  • Penggunaan sistem baru.

g. Tahap Pasca Implementasi

     Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.

     Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. 

D. Faktor-Faktor Pemodelan SI

Faktor Pemodelan SI antara lain sebagai berikut :

  1. Kelayakan organisasi.
  2. Memilih kelompok bisnis.
  3. Melihat kemingkinan-kemungkinan.
  4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik.
  5. Lingkungan operasional sistem.
  6. Sistem harga.

E. Prinsip Pengembangan Sistem Informasi
Prinsip Pengembangan Sistem Informasi antara lain sebagai berikut :

  1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
  2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal besar.
  3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.
  4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
  5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
  6. Jangan takut membatalkan proyek.
  7. Dokumentasi harus ada untuk  pedoman dalam pengembangan sistem.

* Contoh kasus dalam Pengembangan Sistem Informasi, dapat berupa:

  • Contoh Kasus pada Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

     Sistem informasi manajemen pendidikan (SIMDIK) sebenarnya adalah hasil penerapan konsep sistem informasi manajemen (SIM) dalam organisasi pendidikan.  Dengan demikian, perbedaan pendapat terhadap definisi konsep SIM juga  berimplikasi pada definisi SIMDIK.  Untuk memahami konsep SIM, diperlukan juga pemahaman terhadap perkembangan konsep itu sendiri dari waktu ke waktu, enis dukungan yang ditawarkan teknologi kepada SIM, serta aplikasi yang ada di dalamnya bervariasi antara satu sistem dengan sistem yang lain dan terus berubah.
     Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh lembaga pendidikan sehingga membutuhkan SIM diantaranya adalah data pendaftaran siswa baru, data alumni atau lulusan, data siswa pindahan, pengelolaan keuangan, kegiatan proses pembelajaran, pengelolaan perpustakaan, administrasi kepegawaian yang meliputi data guru dan karyawan maupun data mutasi guru, kegiatan ekstra dan intra kurikuler siswa, hubungan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi serta hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dengan adanya SIM (Sistem Informasi Manajemen) maka manajemen pendidikan di sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah terkontrol, karena di dalam SIM terdapat: Reading (membaca)‏, Input Imasukan)‏, Output  (keluaran)‏, Sorting (menyortir)‏, Transmiting (memindahkan)‏, Calculating (menghitung)‏, Comparing (membandingkan)‏, dan Storing (menyimpan, Yang akhirnya membuat manajemen pada suatu lembaga pendidikan dapat berjalan secara harmoni jika kita mengimplementasikan hal-hal diatas.

     Solusi sederhananya adalah dengan membuat web blog. Web blog adalah website pribadi yang menampilkan informasi, ide, dokumen maupun link intenet yang gratis, yang juga berfungsi sebagai sarana promosi, jika kita ingin memasarkan suatu produk kepada masyarakat di dunia maya.
Berikut ini adalah contoh gambar mengenai Pengembangan Sistem Informasi, antara lain sebagai berikut:

Iklan

Arus Komunikasi Antar Spesialis Informasi

A. Pengertian

     Informasi adalah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. 

B. Macam-macam Arus Komunikasi Antar Spesialis Informasi

     Spesialis informasi perusahaan terdiri dari beberapa bagian, antara lain : 

  1. Analis system 
  2. Administrator basis data
  3. Webmaster 
  4. Spesialis jaringan
  5.  Programmer
  6.  Operator. 

Para spesialis ini pada awalnya berada dalam unit layanan informasi, namun belakangan mereka mulai dialokasikan ke area area bisnis. 

  • ANALIS SYSTEM

    Analis system adalah orang yang membuat dokumentasi tertulis mengenai bagaimana computer akan membantu menyelesaikan masalah masalah tersebut. Spesialis ini bekerja dengan pengguna untuk mengembangkan system baru dan memperbaiki system system yang sudah ada. 

  • ADMINISTRATOR BASIS DATA

     – Administrator basis data adalah seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas basis data (database administrator DBA).

    – Tugas DBA terbagi dalam empat area utama yaitu : perencanaan, implementasi, operasi, dan keamanan.

  • WEBMASTER

     Webmaster adalah seorang yang bertanggung jawab atas isi dan penyajian situs web perusahaan. Webmaster harus bekerja sama dengan spesialis jaringan untuk memastikan bahwa jaringan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan dan sekutu bisnis nya selalu terbuka, situs web sangat mengandalkan grafi, dan Webmaster biasanya memiliki keahlian dalam memanipulasi atau perencanaan grafik. 

     Tugas penting dari seorang webmaster adalah melacak orang – orang yang mengunjungi halaman web perusahaan. Angka statistic ini dapat memberikan informasi penting mengenai keefktifan situs Web tersebut.

  • SPESIALIS JARINGAN

Spesialis jaringan bekerja dengan analis system dan pengguna dalam membuat jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputasi menyebar. Spesialis jaringan akan menggabungkan kehalian dari bidang – bidang komputasi maupun telekomunikasi. Memelihara jaringan yang memenuhi persyaratan untuk aplikasi berbasis web yang sangat sulit untuk dilakukan, karena sebagian besar komunikasi terjadi diluar batasan perusahaan.

  • PROGRAMER

     Programer menggunakan dokumentasi yang dibuat oleh system analis untuk membuat kode program yang mengubah data menjadi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Beberapa perusahaan menggabungkan fungsi system analis data programmer, untuk menciptakan suatu posisi analis programmer.

  • OPERATOR

    Operator menjalankan peralatan komputasi berskala besar, seperti computer mainframe dan server , yang biasanya berlokasi dalam fasilitas komputasi perusahaan. Operator akan6isk penyimpanan data, serta melakukan tugas tugas lain yang serupa.

C. CBIS (Computer Based Information System )

     Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga  Sistem Informasi Berbasis Komputer, merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.

Berikut ini adalah gambar mengenai CBIS:

Contoh Sistem Informasi Berbasis Komputer antara lain sebagai berikut:

  1. Sistem Informasi Akuntansi
  2. Sistem Informasi Manajemen
  3. Sistem Pendukung Keputusan
  4. Automasi Kantor (Virtual Office)
  5. Sistem Pakar
  • Sistem Informasi Akuntansi

     Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management, production management, personal management, finansial management.

Di dalam Sistem Informasi Akuntansi, terdapat beberapa penerapan, antara lain sebagai berikut :

  1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan.
  2. Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah semua tagihan dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan informasi berupa tanggal jatuh tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran dll.
  3. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan
  4. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. 

Di dalam Sistem Informasi Akuntansi, terdapat beberapa fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada sebuah organisasi, antara lain sebagai berikut :

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi,
  2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan,
  3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Berikut ini adalah gambar mengenai Sistem Informasi Akuntansi :

    • Contoh Kasus Sistem Informasi Akuntansi

    Contoh Kasus Sistem Informasi Akuntansi antara lain sebagai berikut :

    Pada penerapan sistem informasi akuntansi yang ada pada CV. Techo Bekasi. Dalam kasus ini CV. Techno dapat dikatakan telah cukup memadai apabila sudah didukung oleh unsur-unsur dari sistem informasi akuntansi itu sendiri yang terdiri dari formulir, catatan, laporan yang terintegrasi dalam suatu kerangka yang tersusun, terstruktur dan saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan suatu informasi yang andal dan dapat di percaya.

    Maka dapat dikatakan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi persediaan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagangan pada CV. Techo telah memenuhi tujuan sistem informasi akuntansi antara lain :

    • Meningkatkan Pengendalian Internal. 
    • Menekan Biaya Tata Usaha. 
    • Meningkatkan Informasi dengan adanya sistem informasi akuntansi akan mengurangi ketidakpastian.

    Techo telah memenuhi tujuan kualitatif dari informasi keuangan yang menunjang pengendalian internal persediaan barang dagangan, antara lain : 

    • Relevan, informasi yang dihasilkan adalah informasi yang relevan dengan informasi yang diwakilinya. 
    • Keandalan, informasi yang dihasilkan bebas dari kesalahan.
    • Dapat dimengerti, informasi yang dihasilkan mudah dimengerti untuk pengolahan lebih lanjut. 
    • Tepat waktu, informasi yang dihasilkan dapat diperoleh pada waktu yng diperlukan dan pada waktu yang tepat guna untuk pengolahan lebih lanjut. 
    • Daya banding, informasi yang dihasilkan dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya atau dapat diperbandingkan dengan perusahaan sejenis untuk melakukan perbaikan. 
    • Lengkap, informasi yang dihasilkan lengkap meliputi : semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi secukupnya enam tujuan kualitatif di atas.

    Daur Hidup Sistem

         Siklus hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang di ikuti dalam penerapan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem, karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara top down. Siklus hidup sistem sering disebut sebagi pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem. 

         Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari rangkaian daur hidup suatu sistem. Meskipun demikian proses ini merupakan aspek yang sangat penting. Kita akan melihat beberapa fase atau tahapan daur hidup suatu sistem.

    * Tahapan Daur Hidup Sistem

    a. Mengenali adanya kebutuhan

         Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan organisasi. Volume kebutuhan meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan mengenai kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektivitasnya.

    b. Pembangunan sistem

         Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti guna menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    c. Pemasangan sistem

         Setelah tahap pembangunan sistem selesai, kemudian sistem akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem, di mana peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah pemasangan sistem, yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.

    d. Pengoperasian sistem

         Program-program komputer dan prosedur-prosedur pengoperasian yang membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis, sedangkan organisasi yang ditunjang oleh sistem informasi selalu mengalami perubahan karena pertumbuhan kegiatan, perubahan peraturan dan kebijaksanaan, ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi perubahan-perubahan tersebut, sistem harus diperbaiki atau diperbaharui.

    e. Sistem menjadi usang

         Kadang-kadang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan pada sistem yang sedang berjalan. Tiba saat dimana secara ekonomis dan teknis, sistem yang sudah ada tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.

         Sistem informasinya kemudian akan melanjutkan daur hidupnya. Sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan. Sistem beradaptasi terhadap aneka perubahan lingkungan yang dinamis hinggga kemudian sampai pada kondisi dimana sistem tidak dapat lagi beradaptasi. Sistem baru kemudian dibangun untuk menggantikannya.
    * Contoh Kasus Daur Hidup Sistem

    Contoh Kasus Daur Hidup Sistem dapat berupa :

         Sistem informasi manajemen pendidikan (SIMDIK) sebenarnya adalah hasil penerapan konsep sistem informasi manajemen (SIM) dalam organisasi pendidikan.  Dengan demikian, perbedaan pendapat terhadap definisi konsep SIM juga  berimplikasi pada definisi SIMDIK.  Untuk memahami konsep SIM, diperlukan juga pemahaman terhadap perkembangan konsep itu sendiri dari waktu ke waktu, enis dukungan yang ditawarkan teknologi kepada SIM, serta aplikasi yang ada di dalamnya bervariasi antara satu sistem dengan sistem yang lain dan terus berubah.

         Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh lembaga pendidikan sehingga membutuhkan SIM diantaranya adalah data pendaftaran siswa baru, data alumni atau lulusan, data siswa pindahan, pengelolaan keuangan, kegiatan proses pembelajaran, pengelolaan perpustakaan, administrasi kepegawaian yang meliputi data guru dan karyawan maupun data mutasi guru, kegiatan ekstra dan intra kurikuler siswa, hubungan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi serta hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dengan adanya SIM (Sistem Informasi Manajemen) maka manajemen pendidikan di sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah terkontrol. Hal ini akan lebih baik jika SIM dirancang sesuai dengan standar Jardiknas.

         Untuk mengembangkan mutu pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung. Salah satu fasilitas pendukung tersebut adalah aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi manajemen pendidikan.

    * Solusi Dalam Menangani Kasus Daur Hidup Sistem

         Solusi sederhananya adalah dengan membuat web blog. Web blog adalah website pribadi yang menampilkan informasi, ide, dokumen maupun link intenet yang gratis. Pada perkembangannya blog juga dapat dijadikan sarana promosi barang atau jasa, karena blog mempunyai sifat open source jadi siapaun boleh mengembakannya dan bebas mengubah” feature serta contentnya sesuai dengan yang kita inginkan hingga menghasilkan sesuatu yang menarik.
    Sumber :

    -https://belajarsisteminformasianalisis.wordpress.com/

    -https://www.google.co.id/url?q=http://si-renaldi.blogspot.com/2013/04/contoh-kasus-pada-sistem-informasi.html

    Daur Hidup Sistem

        Siklus hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis computer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara top down. Sikulus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem (Tata Sutabri, 2003).

         Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari rangkaian daur hidup suatu sistem. Meskipun demikian, proses ini merupakan aspek yang sangat penting. Kita akan lihat beberapa fase/tahapan dari Daur Hidup Sistem. Fase dari Daur Hidup Sistem antara lain sebagai berikut :

    • Mengenali adanya kebutuhan

           Sebelum segala sesuatu terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sebagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan dari organisasi dan volume yang meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan dan kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektifitasnya.

    • Pembangunan Sistem

           Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti untuk menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun suatu sistem untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

    • Pemasangan Sistem

          Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem. Peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional terjadi pemasangan sistem yang sebenarnya, yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.

      • Pengoperasian Sistem

             Program-program komputer dan prosedur-prosedur pengoperasian yang membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis, sedangkan organisasi ditunjang oleh sistem informasi tadi.  Ia selalu  mengalami perubahan-perubahan itu karena pertumbuhan kegiatan bisnis, perubahan peraturan, dan kebijaksanaan ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi perubahan-perubahan tersebut, sistem harus diperbaiki atau diperbaharui/

      • Sistem Menjadi Usang

            Kadang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada sistem yang berjalan. Tibalah saatnya secara ekonomis dan teknis sistem yang ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.

      *Contoh Kasus pada Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

          Sistem informasi manajemen pendidikan (SIMDIK) sebenarnya adalah hasil penerapan konsep sistem informasi manajemen (SIM) dalam organisasi pendidikan.  Dengan demikian, perbedaan pendapat terhadap definisi konsep SIM juga  berimplikasi pada definisi SIMDIK.  Untuk memahami konsep SIM, diperlukan juga pemahaman terhadap perkembangan konsep itu sendiri dari waktu ke waktu, enis dukungan yang ditawarkan teknologi kepada SIM, serta aplikasi yang ada di dalamnya bervariasi antara satu sistem dengan sistem yang lain dan terus berubah.

           Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh lembaga pendidikan sehingga membutuhkan SIM diantaranya adalah data pendaftaran siswa baru, data alumni atau lulusan, data siswa pindahan, pengelolaan keuangan, kegiatan proses pembelajaran, pengelolaan perpustakaan, administrasi kepegawaian yang meliputi data guru dan karyawan maupun data mutasi guru, kegiatan ekstra dan intra kurikuler siswa, hubungan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi serta hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dengan adanya SIM (Sistem Informasi Manajemen) maka manajemen pendidikan di sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah terkontrol, karena di dalam SIM terdapat: Reading (membaca)‏, Input (masukan)‏, Output  (keluaran)‏, Sorting (menyortir)‏, Transmiting (memindahkan)‏, Calculating (menghitung)‏, Comparing (membandingkan)‏, dan Storing (menyimpan).

           Solusi sederhana nya adalah dengan membuat web blog. Web blog adalah website pribadi yang menampilkan informasi, ide, dokumen maupun link internet yang gratis, yang juga berfungsi sebagai sarana promosi, jika kita ingin memasarkan suatu produk atau jasa kepada masyarakat di dunia maya.

      Berikut ini adalah contoh gambar mengenai Daur Hidup Sistem 

      PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

      A. ​METODE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

           Pengembangan sistem informasi adalah Pengembangan sistem Informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (system development).

           Pengembangan sistem informasi didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi bebrbasis computer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan (oppurtinities) yang timbul.

      * DEFINISI (LANJUTAN)

           Untuk  menghasilkan sistem informasi tersebut terdiri dari beberapa hal, seperti dibawah ini :

      •  System analisis : upaya mendapatkan gambaran bagaimana sistem bekerja dan masalah-masalah apa saja yang ada pada sistem.
      • System development adalah langkah-langkah mengembangkan sistem informasi yang baru berdasarkan gambaran cara kerja sistem dan permasalahan yang ada.

      B. METODOLOGI PENGEMBANGAN SYSTEM
           Metodologi pengembangan system adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan persisi yanf mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices, dan tool yg terautomatisi bagi para pengembang manager pproyekk dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagian besar atau keseluruhan sistem informasi atau software.

      C. Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
      Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi antara lain sebagai berikut :

      a. Daur Hidup Pengembangan Sistem

           Metode daur hidup ini terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu: yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan dan pemeliharaan.

      b.Tahap analisis sistem informasi
           Pada tahap ini tim pembuat sistem akan menganalisis permasalahan lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan.
           Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan, antara lain sebagai berikut :

      1.  Kelayakan teknis
      2. Pengembalian Teknis
      3. Pengembalian Non-ekonomis
      4. Hukum dan Etika
      5. Operasional 
      6. Jadwal

      c. Tahap perancangan sistem informasi

           Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain sebagai berikut :

      1. Kebutuhan perusahaan.
      2. Kebutuhan operator.
      3. Kebutuhan pemakai.
      4. Kebutuhan teknis.

      d. Tahap Evaluasi
           Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain sebagai berikut:

      1. Mengecek alur sistem secara keseluruhan.
      2. Melakukan penelusuran pada sampel data. 
      3. Pengecekan

      e.Tahap penggunaan dan pemeliharaan
           Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.

           Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, memback-up dan scanning virus. Sementara itu pemeliharaan juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemutakhiran sistem.

      f. Tahap Implementasi

           Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:

      • Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi.
      • Mengumumkan rencana implementasi.
      • Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak.
      • Menyiapkan database.
      • Menyiapkan fasilitas fisik.
      • Memberikan pelatihan dan workshop.
      • Menyiapkan saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem).
      • Penggunaan sistem baru.

      g. Tahap Pasca Implementasi

           Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.

           Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. 

      D. Faktor-Faktor Pemodelan SI

      Faktor Pemodelan SI antara lain sebagai berikut :

      1. Kelayakan organisasi.
      2. Memilih kelompok bisnis.
      3. Melihat kemingkinan-kemungkinan.
      4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik.
      5. Lingkungan operasional sistem.
      6. Sistem harga.

      E. Prinsip Pengembangan Sistem Informasi
      Prinsip Pengembangan Sistem Informasi antara lain sebagai berikut :

      1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
      2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal besar.
      3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.
      4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
      5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
      6. Jangan takut membatalkan proyek.
      7. Dokumentasi harus ada untuk  pedoman dalam pengembangan sistem.

      * Contoh kasus dalam Pengembangan Sistem Informasi, dapat berupa:

      • Contoh Kasus pada Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

           Sistem informasi manajemen pendidikan (SIMDIK) sebenarnya adalah hasil penerapan konsep sistem informasi manajemen (SIM) dalam organisasi pendidikan.  Dengan demikian, perbedaan pendapat terhadap definisi konsep SIM juga  berimplikasi pada definisi SIMDIK.  Untuk memahami konsep SIM, diperlukan juga pemahaman terhadap perkembangan konsep itu sendiri dari waktu ke waktu, enis dukungan yang ditawarkan teknologi kepada SIM, serta aplikasi yang ada di dalamnya bervariasi antara satu sistem dengan sistem yang lain dan terus berubah.
           Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh lembaga pendidikan sehingga membutuhkan SIM diantaranya adalah data pendaftaran siswa baru, data alumni atau lulusan, data siswa pindahan, pengelolaan keuangan, kegiatan proses pembelajaran, pengelolaan perpustakaan, administrasi kepegawaian yang meliputi data guru dan karyawan maupun data mutasi guru, kegiatan ekstra dan intra kurikuler siswa, hubungan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi serta hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dengan adanya SIM (Sistem Informasi Manajemen) maka manajemen pendidikan di sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah terkontrol, karena di dalam SIM terdapat: Reading (membaca)‏, Input Imasukan)‏, Output  (keluaran)‏, Sorting (menyortir)‏, Transmiting (memindahkan)‏, Calculating (menghitung)‏, Comparing (membandingkan)‏, dan Storing (menyimpan, Yang akhirnya membuat manajemen pada suatu lembaga pendidikan dapat berjalan secara harmoni jika kita mengimplementasikan hal-hal diatas.

           Solusi sederhananya adalah dengan membuat web blog. Web blog adalah website pribadi yang menampilkan informasi, ide, dokumen maupun link intenet yang gratis, yang juga berfungsi sebagai sarana promosi, jika kita ingin memasarkan suatu produk kepada masyarakat di dunia maya.
      Berikut ini adalah contoh gambar mengenai Pengembangan Sistem Informasi, antara lain sebagai berikut:

      Kasus E-commerce di Indonesia

      Kasus Pertama :

           Kasus Cyber Crime E-Commerce di IndonesiaDalam beberapa dekade terakhir ini, banyak sekali perbuatan-perbuatan pemalsuan (forgery) terhadap surat-surat dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan bisnis. Perbuatan-perbuatan pemalsuan surat itu telah merusak iklim bisnis di Indonesia. Dalam KUH Pidana memang telah terdapat Bab khusus yaitu Bab XII yang mengkriminalisasi perbuatan-perbuatan pemalsuan surat, tetapi ketentuan-ketentuan tersebut sifatnya masih sangat umum. Pada saat ini surat-surat dan dokumen-dokumen yang dipalsukan itu dapat berupa electronic document yang dikirimkan atau yang disimpan di electronic files badan-badan atau institusi-institusi pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Seyogyanya Indonesia memiliki ketentuan-ketentuan pidana khusus yang berkenaan dengan pemalsuan surat atau dokumen dengan membeda-bedakan jenis surat atau dokumen pemalsuan, yang merupakan lex specialist di luar KUH Pidana. Di Indonesia pernah terjadi kasus cybercrime yang berkaitan dengan kejahatan bisnis, tahun 2000 beberapa situs atau web Indonesia diacak-acak oleh cracker yang menamakan dirinya Fabianclone dan naisenodni. Situs tersebut adalah antara lain milik BCA, Bursa Efek Jakarta dan Indosatnet (Agus Raharjo, 2002.37). Selanjutnya pada bulan September dan Oktober 2000, seorang craker dengan julukan fabianclone berhasil menjebol web milik Bank Bali. Bank ini memberikan layanan internet banking pada nasabahnya. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar dan mengakibatkan terputusnya layanan nasabah (Agus Raharjo 2002:38). Kejahatan lainnya yang dikategorikan sebagai cybercrime dalam kejahatan bisnis adalah Cyber Fraud, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan melakukan penipuan lewat internet, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan kejahatan terlebih dahulu yaitu mencuri nomor kartu kredit orang lain dengan meng-hack atau membobol situs pada internet.

           Menurut riset yang dilakukan perusahaan Security Clear Commerce yang berbasis di Texas, menyatakan Indonesia berada di urutan kedua setelah Ukraina (Shintia Dian Arwida. 2002). Cyber Squalling, yang dapat diartikan sebagai mendapatkan, memperjualbelikan, atau menggunakan suatu nama domain dengan itikad tidak baik atau jelek. Di Indonesia kasus ini pernah terjadi antara PT. Mustika Ratu dan Tjandra, pihak yang mendaftarkan nama domain tersebut (Iman Sjahputra, 2002:151-152). Satu lagi kasus yang berkaitan dengan cybercrime di Indonesia, kasus tersebut diputus di Pengadilan Negeri Sleman dengan terdakwa Petrus Pangkur alias Bonny Diobok Obok. Dalam kasus tersebut, terdakwa didakwa melakukan Cybercrime. Dalam amar putusannya Majelis Hakim berkeyakinan bahwa Petrus Pangkur alias Bonny Diobok Obok telah membobol kartu kredit milik warga Amerika Serikat, hasil kejahatannya digunakan untuk membeli barang-barang seperti helm dan sarung tangan merk AGV. Total harga barang yang dibelinya mencapai Rp. 4.000.000,- (Pikiran Rakyat, 31 Agustus 2002). Namun, beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan cybercrime dalam kejahatan bisnis jarang yang sampai ke meja hijau, hal ini dikarenakan masih terjadi perdebatan tentang regulasi yang berkaitan dengan kejahatan tersebut. Terlebih mengenai UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Internet dan Transaksi Elektronika yang sampai dengan hari ini walaupun telah disahkan pada tanggal 21 April 2008 belum dikeluarkan Peraturan Pemerintah untuk sebagai penjelasan dan pelengkap terhadap pelaksanaan Undang-Undang tersebut. Disamping itu banyaknya kejadian tersebut tidak dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian sehingga cybercrime yang terjadi hanya ibarat angin lalu, dan diderita oleh sang korban. 

           Upaya penanggulangan kejahatan e-commerce sekarang ini memang harus diprioritaskan. Indonesia harus mengantisipasi lebih berkembangnya kejahatan teknologi ini dengan sebuah payung hukum yang mempunyai suatu kepastian hukum. Urgensi cyberlaw bagi Indonesia diharuskan untuk meletakkan dasar legal dan kultur bagi masyarakat indonesia untuk masuk dan menjadi pelaku.

      Berikut ini adalah contoh gambar mengenai kasus E-commerce cybercrime di indonesia :


      Kasus Kedua

           Tim Cyber Bareskrim Mabes Polri menangkap Christianto alias Craig, seorang anggota komplotan penipuan jual beli kertas online, di Medan. Menurut Kanit Cyber Crime Bareskrim Polri Kombes Pol Sulistyo, anggotanya memang terus memburu komplotan penipu tersebut sejak mendapat laporan dari korban seorang warga Qatar, Alqawani, pada 2010. 

          “Rabu dua minggu lalu di Medan sudah tertangkap satu orang anggotanya oleh tim kita sendiri, tim Cyber sini (Mabes). Namanya yang ditangkap, Christianto alias Craig,” ujar Sulistyo saat dihubungi, Selasa (1/3/2011). Sementara, dua pelaku utama yang menjadi otak kejahatan dunia maya ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DOP) alias buronan kepolisian. Keduanya adalah Muhammad Redha dan Tunggalika Nusandra alias Dodi. 

           “Dua itu pelaku utamanya. Alat bukti berupa buku tabungan BCA sudah disita dari para pelaku. Waktu itu kita sudah geledah rumah dari 2 DPO itu,” jelasnya. Alqawani, seorang warga Qatar yang tertarik membeli kertas di toko online milik Craig dan Dodi, http://www.tunggalika nusandra dan nexianexpres pada Maret 2010. Setelah memesan, Craig sempat mengirim sampel kertas sebanyak satu rim ke Qatar. Alqawani yang puas kemudian memesan lebih banyak. Ia kemudian mentransfer Rp 200 juta ke nomor rekening toko tersebut. Setelah itu, Craig menghilang bersama uang Alqawani tanpa bisa dihubungi kembali.  Polri telah membidik sindikat toko palsu ini sejak akhir 2010 setelah korban melaporkan toko tersebut ke KBRI di Qatar. “Sementara korbannya kebanyakan warga di Qatar. Satu orang ada yang tertipu Rp 200 juta untuk DP pembelian kertas. Itu baru sementara. Seperti penipuan yang di Bali. Kalau pelaku utamanya tertangkap, biasanya banyak korban yang melapor. Jadi bisa saja jumlah kerugiannya banyak,” tuntasnya.

      Berikut ini adalah contoh gambar mengenai kasus E-commerce penjualan online :

      E-Education

      A. Pengertian E-Education

           E-Education adalah sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radio dan televisi. Dan sekarang e-education adalah pendidikan yang menggunakan internet sebagai media utamanya. Sistem   E-education memungkinkan untuk diakses melalui berbagai terminal diberbagai tempat sesuai dengan mobilitas pengaksesannya, sehingga lahirlah mobile education (m-education).
      B. Konsep E-Education

      Konsep E-education meliputi hal-hal berikut ini :

      1. Menitik beratkan pembelajaran melalui media komputer dan internet.
      2. Diharapkan para pelajar dan mahasiswa dapat lebih memperluas ruang geraknya dalam memperoleh pendidikan sehingga tidak terpaku pada keterbatasan kapasitas institusi dan sarana prasarana lainnya.

      * Pengertian E-Education di lihat dari konsep nya

           Pengertian dari konsep E-education, meliputi beberapa hal di bawah ini  :

      • Sebuah sistem virtual, pararel dengan sistem nyata/fisis.
      • Bukan sekedar network, internet dan aplikasi berbasis Web.
      • Komponen-komponen non fisis, materi kuliah, tugas, diskusi, ujian dan sebagainya disajikan dalam format virtual.

      * Ruang lingkup E-Education

           Ruang lingkup e-education meliputi beberapa hal berikut ini :

      • Chatting

           Chatting adalah bentuk kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menghubungkan nomor yang satu dengan yang lainnya.

      • E-News

           E-News adalah media cetak elektronik seperti koran, majalah, tabloid.

      • Web page

           Web page adalah halaman yang tertera pada sebuah web.

      • E-laboratory

           E-laboratory adalah sistem laboratorium multimedia yang dikembangkan tidak hanya untuk keperluan laboratorium bahasa saja, melainkan dapat difungsikan sebagai media pengajaran interaktif dan sistem pengajaran jarak.

      •  E-Books

           E-books adalah versi elektronik dari buku. 

      • Video Conference

           Video Converence adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.

      C. Manfaat E-Education

           Manfaat E-education terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut :

      * Bagi Lembaga Pendidikan :

      1. Memperpendek jarak
      2. Perluasan pasar
      3. Perluasan jaringan mitra kerja
      4. Biaya terkendali
      5. Hemat
      6. Cash flow terjamin
      7. Meningkatkan citra lembaga

      * Bagi Siswa :

      1. Fleksibel
      2. Hemat

      * Bagi Masyarakat Umum :

      1. Membuka lapanhan pekerjaan bagi yang membutuhkan.
      2. Menjadi wahana kompetisi antar lembaga pendidikan

      * Bagi Dunia Akademis :

      1. Memberi tantangan baru bagi dunia akademis untuk mempersiapkan SDM yang memahami dan menguasai bidang tersebut.
      2. Para peneliti ditantang untuk melakukan analisis terhadap pergeseran pola belajar, proses pendidikan dan pembayaran sistem kredit semester dalam usaha menemukan kesepahaman baru dan pengembangan teori dan konsep baru.
      3. Membuka kerangka baru dalam penjualan jasa pendidikan, di samping teknologi internet yang memungkinkan dilakukannya akses materi pendidikan dari jarak jauh. 

      D. Kelebihan E-Education

      * Kelebihan E-education antara lain sebagai berikut :

      • Mengatasi kekurangan infrastruktur ruang belajar secara fisik.
      • Memberikan peluang untuk melakukan penghematan secara terintegrasi
      • Pemenuhan terhadap tuntutan standard kualitas SDM
      • Perubahan dan penyesuaian materi pendidikan dapat dilakukan lebih mudah & murah
      • Fleksibel, tidak alasan soal waktu dan tempat
      • Transfer & distribusi IPTEK sangat cepat, setiap materi baru dapat disajikan segera

      E. Kekurangan E-Education

      * Kekurangan E-education antara lain sebagai berikut :

      • Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
      • Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
      • Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
      • Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
      • Beberapa subjek/matakuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e -learning.
      • Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi eLearning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya
      • Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal dari temannya sekelas.

      Berikut ini adalah contoh gambar dari E-Education :

      Kesimpulan

      E-Education adalah sebuah akses yang digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran di suatu instansi tertentu